Showing posts with label AC milan. Show all posts
Showing posts with label AC milan. Show all posts

Profile Pemain Legendaris Paolo Maldini

Paolo Maldini (lahir di Milan, Italia, 26 Juni 1968; umur 50 tahun) adalah seorang mantan pesepak bola profesional Italia yang bermain pada posisi bek kiri dan bek tengah di klub Serie A AC Milan dan Tim nasional sepak bola Italia. Ia menghabiskan seluruh karirnya di Serie A selama 25 tahun bersama A.C. Milan sebelum pensiun pada umur 41 pada tahun 2009. Ia memenangi 25 piala bersama Milan yaitu : Liga Champions UEFA sebanyak 5 kali, Serie A sebanyak 7 kali, Piala Italia 1 kali, Piala Super Italia 5 kali, Piala Super UEFA 4 kali, Piala Interkontinental 2 kali dan 1 Piala Dunia Antarklub FIFA.

Ia bertinggi tubuh 188 cm. Maldini adalah salah satu legenda sepak bola Italia yang sangat disegani.
Maldini memulai debutnya bersama Timnas Italia pada tahun 1988, menikmati karir timnasnya selama 14 tahun sebelum pensiun pada tahun 2002 dengan menorehkan 7 gol dan 126 penampilan, yang merupakan suatu rekor penampilan pada waktu itu, yang hanya dapat dilampaui oleh Fabio Cannavaro pada 2009 dan Gianluigi Buffon pada 2013. Maldini menjadi kapten timnas Italia selama 8 tahun dan memegang rekor penampilan sebagai kapten timnas Italia sebanyak 74 kali, sampai kemudian diambil alih sekali lagi oleh Cannavaro, pada 2010. Bersama timnas Italia, Maldini berpartisipasi dalam Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA sebanyak 3 kali dan Piala Dunia FIFA sebanyak 4 kali. Meskipun dia tidak memenangi 1 turnamen pun bersama timnas Italia, tetapi dia pernah membawa timnas Italia mencapai final pada Piala Dunia FIFA 1994 dan Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA 2000, dan semifinal Piala Dunia FIFA 1990 dan Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA 1988. Dia terpilih dalam tim all-star pada setiap turnamen-turnamen ini.

Paolo Maldini
Maldini2008.JPG
Informasi pribadi
Nama lengkapPaolo Cesare Maldini
Tanggal lahir26 Juni 1968 (umur 50)
Tempat lahirMilanItalia
Tinggi186 m (610 ft 3 in)
Posisi bermainPemain bertahan
Karier junior
1978–1985Milan
Karier senior
TahunTimTampil(Gol)
1984–2009Milan647(29)
Tim nasional
1986–1988Italia U-2112(5)
1988–2002Italia126(7)

Maldini secara luas dianggap sebagai salah satu bek terhebat sepanjang masa. Dia bermain pada level kelas dunia selama dua setengah dekade dalam karirnya, dan memenangi penghargaan sebagai Pemain Bertahan Terbaik pada Anugerah Pesepakbola Klub Eropa UEFA dalam usia 39 tahun, yang juga menang sebagai Pemain Bertahan Terbaik Serie A pada 2004. Dia menjadi pemenang kedua setelah George Weah pada Anugerah Pemain Terbaik FIFA di tahun 1995. Maldini juga menjadi pemenang ketiga pada Ballon d'Or pada 2 kesempatan, yaitu tahun 1994 dan 2003. Pada 1999, dia masuk pada urutan 21 pada daftar 100 pesepakbola terhebat pada abad 20 versi majalah World Soccer. Pada 2002, dia terpilih sebagai bek pada Tim Impian Piala Dunia FIFA, dan pada 2004 namanya masuk kedalam daftar 100 pemain terhebat sedunia yang masih hidup versi FIFA.

Maldini juga menjadi Kapten di Milan dan timnas Italia selama bertahun-tahun dan dianggap sebagai pemimpin oleh teman-teman pesepakbolanya, hingga mendapat julukan "Il Capitano" ("Sang Kapten"). Di pentas Serie A, Maldini berhasil menyamai rekor penampilan Dino Zoff di Serie A sebanyak 570 kali pada 18 September 2005 dalam pertandingan melawan Sampdoria. Pertandingan tersebut juga merupakan yang ke-800 dalam kariernya bersama AC Milan. Kontrak Maldini awalnya akan berakhir pada akhir musim 2007-08 namun kemudian diperpanjang hingga musim 2008-09.

Maldini memegang rekor sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di Serie A, dengan 647 pertandingan, dan juga memegang rekor penampilan terbanyak di Kompetisi klub Eropa kompetisi Klub UEFA dengan 174 pertandingan, sampai diambil alih oleh Iker Casillas, yang membuat penampilan ke 175 di kompetisi Klub Eropa pada tahun 2017. Dia juga memegang rekor untuk Milan dengan 902 penampilan di semua ajang kompetisi. Dia adalah salah satu dari hanya 18 pemain yang membuat lebih dari 1,000 penampilan dalam karirnya. Sehubungan dengan pensiunnya, setelah musim 2008–09, Milan, klub satu-satunya yang dibela seumur hidupnya memensiunkan kaos dengan nomor 3 sebagai penghormatan untuknya sampai putranya, Christian, masuk ke skuat utama AC Milan, dan pada Desember 2012, dia dilantik masuk kedalam Hall of Fame persepakbolaan Italia.

Cesare, ayah Paolo, adalah juga mantan pemain dan kapten Milan, dan sukses sebagai manajer Timnas Italia U-21, Cesare juga pernah menjadi pelatih baik Milan maupun timnas Italia pada Piala Dunia 1998.

Pada 2015, Paolo Maldini adalah rekan pemilik dari Miami FC, klub sepakbola yang bermain di Liga Sepakbola Amerika Utara / North American Soccer League (NASL).

Karier klub
Debut Maldini di Serie A terjadi pada tahun 1985 melawan Udinese, saat berusia 16 tahun. Sejak saat itu dia mempunyai karier yang cemerlang, memenangi banyak trofi bersama Milan (hingga 2007: 7 gelar Serie A dan 5 gelar Liga Champions). Maldini bisa dikatakan adalah bek terbaik di dunia pada puncak kariernya. Hal ini ditandai dengan keberhasilan Maldini meraih peringkat tiga dalam Ballon d'Or versi majalah France Football pada tahun 1994 dan 2003.

Pada debutnya, Maldini dipasang oleh pelatih Nils Liedholm sebagai bek kanan. Musim berikutnya, posisi Maldini diubah menjadi bek kiri, seiring kemampuannya menggunakan kedua kakinya. Di posisi ini Maldini melegenda sampai bertahun-tahun sebagai seorang bek kiri. Pada tahun 1997, setelah Franco Baresi (kapten dan bek tengah Milan) pensiun, Maldini mulai dicoba posisi sebagai bek sentral. Peran ini dilakoni dengan baik, hingga saat ini Paolo Maldini juga dikenal sebagai seorang bek sentral. Maldini juga dikenal akan kepemimpinannya yang berpengaruh, temperamennya yang tenang dan pertahanannya yang tanpa cela.

Maldini adalah orang ke-5 yang tampil seratus kali di Liga Champions sepanjang sejarah seiring dengan penampilannya melawan Glasgow Celtic di babak kedua Liga Champions Eropa 2006/2007. Setelah 25 tahun membela Milan, Maldini melempar pernyataan tentang kemungkinan dirinya akan pensiun pada akhir musim 2007/2008, seiring dengan berakhir kontrak dirinya dengan Milan. Namun, menginjak usia 40 tahun pada bulan Juni 2008, Maldini masih akan bermain untuk Milan pada musim 2008/2009. Maldini benar-benar pensiun pada musim 2009, ia telah memutuskan untuk pensiun dari AC milan, klub yang telah membesarkan.

Tim nasional
Sama dengan karier klub-nya, Paolo Maldini pertama bermain di tim nasional sebagai bek kiri. Pada tahun 1998, Paolo Maldini pertama kali bermain sebagai bek sentral dalamm sistem tiga bek tengah di Piala Dunia 1998. Selepas itu, seiring dengan perannya di klub, Maldini selalu bermain sebagai bek sentral di tim nasional sampai menyatakan mundur pada tahun 2002.

Maldini adalah pemain dengan rekor penampilan terbanyak dalam tim nasional Italia meski belum pernah meraih gelar pada tingkat internasional. Maldini berpartisipasi di empat Piala Dunia, dan turut serta dalam final Piala Dunia 1994. Dia pensiun dari timnas setelah Piala Dunia 2002 dengan jumlah penampilan 126 kali dan mencetak 7 gol. Selain itu, Paolo Maldini juga 3 kali masuk ke dalam skuat Italia di Piala Eropa, yaitu pada tahun 1988, 1996 dan 2000. Pada Piala Eropa 2000 Maldini menjadi kapten dari tim nasional Italia yang kalah dramatis dari Perancis di final.

Setelah pensiun dari timnas, Paolo Maldini masih bermain untuk AC Milan, dan membantu klub tersebut memenangi gelar juara Liga Champions tahun 2003 dan juara Serie A Italia pada tahun berikutnya. Sehingga muncul tuntutan publik yang menginginkan Maldini untuk keluar dari masa pensiun timnas-nya guna mengikuti Piala Eropa pada tahun 2004, namun hal tersebut ditolak dengan alasan pribadi. Pada 31 Mei 2009 menjadi lembaran akhir Maldini berkaos AC Milan. Ia resmi gantung sepatu di laga terakhirnya AC Milan versus Fiorentina di kandang Fiorentina. Pertandingan itu dimenangkan AC Milan dengan skor 2-0.

Kehidupan Pribadi
Paolo Maldini lahir dari keluarga pesepak bola. Ayahnya, Cesare, merupakan kapten AC Milan pada tahun 1960-an yang turut menjuarai Piala Champions pada tahun 1963. Generasi ketiga Maldini yang merupakan putra pertama Paolo dengan seorang model asal Venezuela Adriana Fossa, Christian Maldini, saat ini juga masuk ke dalam klub AC Milan untuk kategori tim muda.

sumber : wikipedia, google

Profil Pemain Legendaris Ronaldinho

Ronaldo Assis de Moreira (lahir di Porto Alegre, Brasil, 21 Maret 1980; umur 38 tahun) atau lebih dikenal dengan Ronaldinho  adalah pemain sepak bola berkebangsaan Brasil. saat ini menjadi Duta Besar Klub asal Spanyol Barcelona. Ia bisa bermain sebagai gelandang serang, second penyerang atau penyerang. Terkenal karena skill luar biasa, trik, dribbling, tendangan overhead, blind passing dan tendangan bebas, Ronaldinho secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dari generasinya.

Ronaldinho pernah bermain untuk Grêmio, Paris Saint-Germain, Barcelona, A.C. Milan , Flamengo , Atlético Mineiro , Querétaro sebelum bergabung dengan Fluminense FC pada tahun 2015. Saat di Barcelona, Ia berhasil meraih gelar Liga Champions UEFA dan gelar Ballon d'Or tahun 2005.


Ronaldinho dua kali mendapatkan gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA, yaitu pada tahun 2004 dan 2005. Ia pernah menjadi pemain dengan penghasilan tertinggi, melampaui David Beckham dari LA Galaxy.

"Ronaldinho" adalah nama panggilan dan panggilan sayang dari nama depannya "Ronaldo." Sebelum bermain di Eropa, orang-orang Brasil memanggilnya "Ronaldo Gaúcho", untuk membedakannya dengan Ronaldo, rekannya di timnas Brasil. Setelah Ronaldo hijrah ke Eropa, ia tidak lagi menggunakan nama "Gaúcho" namun memilih nama Ronaldinho yang lebih dikenal hingga kini.

Ronaldo memiliki kewarganegaraan ganda Brasil dan Spanyol. Ia mendapat pasport Spanyol pada bulan Januari 2007

Ronaldinho
Ronaldinho061115.jpg
Ronaldinho with Brazil
Informasi pribadi
Nama lengkapRonaldo de Assis Moreira
Tanggal lahir21 Maret 1980 (umur 38)
Tempat lahirPorto AlegreBrasil
Tinggi181 m (593 ft 10 in)
Posisi bermainGelandang
Karier junior
1987–1998Grêmio
Karier senior
TahunTimTampil(Gol)
1998–2001Grêmio52(21)
2001–2003Paris Saint-Germain55(17)
2003–2008Barcelona145(70)
2008–2010Milan76(20)
2011–2012Flamengo33(15)
2012–2014Atlético Mineiro48(16)
2014-2015Querétaro F.C.25(8)
2015Fluminense7(0)
Tim nasional
1996Brasil U-176(2)
1999Brasil U-205(3)
2000–2003Brasil U-2327(18)
1999–Brasil97(33)

Karier klub

Grêmio
Karir Ronaldinho dimulai dengan skuad muda Grêmio. Dia membuat debut tim seniornya selama Copa Libertadores 1998. 1999 melihat munculnya Ronaldinho yang berusia 18 tahun, dengan 23 gol dalam 48 pertandingan, dan ia tampil dalam derbi melawan Internacional, terutama pada 20 Juni 1999 di final Kejuaraan Negara Bagian Rio Grande do.  Dalam pertandingan yang memenangkan pertandingan, Ronaldinho mempermalukan legenda Brasil Internacional dan kapten tim Piala Dunia 1994, Dunga, menjentikkan bola ke kepalanya pada satu kesempatan, dan meninggalkannya dengan kaki datar di goyangan lain.  Ronaldinho mencapai kesuksesan lebih lanjut dengan Grêmio, memenangkan Copa Sul-Minas perdana. 

Pada tahun 2001, Arsenal menyatakan tertarik untuk mengontrak Ronaldinho, tetapi kepindahan itu gagal setelah dia tidak dapat memperoleh izin kerja karena dia adalah pemain non-UE yang tidak memainkan cukup pertandingan internasional. Dia mempertimbangkan untuk bermain pinjaman dengan klub Liga Premier Skotlandia, St Mirren, yang tidak pernah terjadi karena keterlibatannya dalam skandal paspor palsu di Brasil. 

Paris Saint Germain
Pada tahun 2001, Ronaldinho menandatangani kontrak lima tahun dengan klub Prancis Paris Saint-Germain dalam transfer € 5 juta.  Setibanya di Paris, Ronaldinho diberi kaos nomor 21 dan dimasukkan ke dalam barisan yang termasuk rekan pemain Brasil Aloísio, gelandang Jay-Jay Okocha dan striker Nicolas Anelka. 

Ronaldinho membuat debut liga untuk klub pada 4 Agustus 2001, muncul sebagai pengganti dalam imbang 1-1 dengan Auxerre.  Ronaldinho menghabiskan sebagian besar dari beberapa bulan pertama musim 2001-02 berganti-ganti antara bangku dan peran starter. Dia mencetak gol pertamanya untuk klub pada 13 Oktober dalam hasil imbang 2-2 melawan Lyon, mengubah penalti menyamakan kedudukan di menit ke-79 setelah datang pada sepuluh menit sebelumnya.  Setelah kembali dari liburan musim dingin, Ronaldinho terus menangis, mencetak gol dalam empat pertandingan berturut-turut untuk membuka kampanye baru. Dia mencatat gol yang mengesankan melawan Monaco, Rennes, Lens dan Lorient. Pada 16 Maret 2002, ia mencatat dua kali lipat dalam kemenangan 3-1 PSG melawan tim yang mengalami degradasi Troyes.  Dia mencetak gol terakhirnya di liga musim ini dalam kemenangan 2-0 klub atas Metz pada 27 April. 

Ronaldinho juga berpengaruh dalam Coupe de la Ligue 2001-02, membantu PSG mencapai semifinal di mana mereka tersingkir oleh Bordeaux. Dalam Putaran 16 pertandingan melawan Guingamp, Ronaldinho mencetak dua gol babak kedua dalam pertandingan setelah memasuki pertandingan sebagai pemain pengganti paruh waktu. Meskipun keberhasilan awal Ronaldinho dengan klub, musim ini dirusak oleh kontroversi dengan manajer Paris Saint-Germain Luis Fernández, mengklaim bahwa Brasil terlalu fokus pada kehidupan malam Paris daripada sepak bola, dan mengeluh bahwa liburannya di Brasil tidak pernah berakhir di jadwal kali. 

Musim 2002–03
Meskipun keretakan berulang dengan Fernández, Ronaldinho kembali ke tim untuk musim 2002-03, dengan pemain beralih ke nomor 10 kemeja. Meskipun penampilannya di musim kedua dengan klub yang underwhelming dibandingkan dengan yang pertama, Ronaldinho tampil mengagumkan dengan klub. Pada 26 Oktober 2002, ia mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1 PSG atas rival Classique Marseille. Gol pertama adalah tendangan bebas, yang melengkung melewati sejumlah pemain Marseille di kotak 18-halaman sebelum berlayar melewati kiper Vedran Runje. Dalam pertandingan kembali, ia kembali mencetak gol dalam kemenangan 3-0 PSG di Stade Vélodrome, berlari setengah panjang lapangan sebelum menjentikkan bola melewati kiper.  Pada 22 Februari 2003, Ronaldinho mencetak gol musim ini (dipilih oleh suara publik) melawan Guingamp - dia mengalahkan satu lawan sebelum memainkan satu-dua untuk mengalahkan yang lain, kemudian mengangkat bola lebih dari sepertiga sebelum mengalahkan keempat dengan selangkah lebih (menjatuhkan bahunya, bergerak ke kanan tetapi ke kiri) dan selesai dengan mengangkat bola melewati kiper. 

Ronaldinho juga dipuji atas penampilannya di Coupe de France ketika dia mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 klub atas Bordeaux di semifinal, yang memasukkan PSG ke final. Setelah mencetak gol pertamanya di menit ke-22, Ronaldinho menutup pertandingan pada menit ke-81, secara akurat memotong bola di kotak 18-halaman di atas kepala kiper Ulrich Ramé, meskipun Ramé berada dalam posisi yang menguntungkan. Untuk penampilannya, Ronaldinho diberi tepuk tangan meriah oleh para pendukung Paris. Sayangnya untuk klub, bagaimanapun, Ronaldinho dan tim gagal untuk menangkap bentuk yang membuat mereka ke final saat mereka membungkuk 2-1 ke Auxerre karena gol menit terakhir dari Jean-Alain Boumsong. Meskipun penampilan Ronaldinho, klub selesai dalam posisi 11 posisi yang mengecewakan. Setelah musim ini, Ronaldinho menyatakan dia ingin meninggalkan klub setelah klub ibu kota gagal lolos ke kompetisi Eropa. 

Barcelona
Presiden FC Barcelona terpilih, Joan Laporta, menyatakan, “Saya katakan kami akan memimpin Barça ke garis depan dunia sepakbola, dan untuk itu kami harus menandatangani salah satu dari tiga pemain ini, David Beckham, Thierry Henry atau Ronaldinho”.  Henry tetap dengan Arsenal, dan Laporte kemudian berjanji untuk membawa Beckham ke klub, tetapi setelah transfernya ke Real Madrid, Barcelona memasuki jalan untuk Ronaldinho dan mengalahkan Manchester United untuk tanda tangannya dalam kesepakatan € 30 juta. 

Ronaldinho membuat debut timnya dalam pertandingan persahabatan melawan Juventus di Gillette Stadium di Foxborough, Massachusetts pada 27 Juli, dengan pelatih Rijkaard menyatakan pertandingan pos, “Dia memiliki sesuatu yang istimewa setiap kali dia menyentuh bola.”  Dia mencetak gol kompetitif pertamanya di La Liga pada 3 September 2003 melawan Sevilla pada 1,30 pagi waktu setempat, dalam pertandingan yang dimulai pada lima menit lewat tengah malam. Setelah menerima bola dari kipernya di dalam setengah gawangnya, Ronaldinho berlari melalui lini tengah dan menggiring melewati dua pemain Sevilla sebelum memukul bola dari jarak 30 yard yang menghantam bagian bawah mistar gawang dan kembali ke atap gawang.  Ronaldinho menderita cedera selama paruh pertama kampanye,  dan Barcelona merosot ke posisi 12 dalam klasemen liga di pertengahan musim. Ronaldinho kembali dari cedera dan mencetak 15 gol di La Liga selama musim 2003–04, membantu tim akhirnya finis di urutan kedua di liga. Umpan cambuknya membuat gol kemenangan untuk Xavi pergi ke Real Madrid pada 25 April 2004, kemenangan pertama klub di Bernabéu dalam tujuh tahun, hasil yang didapat Xavi sebagai permulaan "kebangkitan Barcelona." 

Musim 2004–05
Ronaldinho memenangkan gelar liga pertamanya pada 2004–05, dan terpilih sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA Tahun ini pada 20 Desember 2004.  Kaptennya di Barcelona, ​​Carles Puyol, menyatakan, “Pujian terbesar yang bisa saya berikan kepadanya adalah bahwa dia memberikan semangat kami kepada Barcelona. Dia telah membuat kita tersenyum lagi. Ketenarannya tumbuh dengan permainannya yang menghibur dan produktif baik di La Liga dan Liga Champion UEFA. Pada 8 Maret 2005, Barcelona tersingkir dari kompetisi terakhir oleh Chelsea di babak sistem gugur pertama, kalah 5-4 atas dua kaki.  Ronaldinho mencetak dua gol dalam kekalahan 4-2 di leg kedua di London, yang kedua merupakan serangan spektakuler di mana ia berpura-pura menembak sebelum memukul bola tanpa back-lift melewati gawang Chelsea Petr Čech dari jarak 20 yard.  Pada tanggal 1 Mei 2005, Ronaldinho membuat assist untuk gol pertama Lionel Messi untuk Barcelona, ​​mengeksekusi operan serang atas pertahanan Albacete agar Messi selesai. 

Dengan kontraknya berakhir pada 2008, Ronaldinho ditawari perpanjangan hingga 2014 yang akan menjaringnya £ 85 juta selama sembilan tahun,  tetapi ia menolaknya. Pada bulan September 2005, ia menandatangani perpanjangan dua tahun yang berisi klausul pelepasan biaya minimum yang memungkinkan dia untuk pergi jika klub membuat penawaran ke Barcelona setidaknya £ 85 juta untuknya. 

Musim 2005–06
Pada akhir tahun 2005, Ronaldinho mulai mengumpulkan sejumlah penghargaan pribadi. Dia memenangkan FIFPro World Player of the Year pada bulan September 2005, selain termasuk dalam FIFPro World XI 2005, dan terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa tahun 2005. Juga pada tahun itu, Ronaldinho terpilih sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA untuk tahun kedua berturut-turut.  Dia menjadi pemain ketiga yang memenangkan penghargaan lebih dari sekali, setelah tiga kali pemenang Ronaldo dan Zinedine Zidane.  Dominasi sebagai pemain terbaik dunia tidak perlu dipersoalkan karena ia juga memenangkan Ballon d'Or yang bergengsi untuk satu-satunya waktu dalam karirnya. 

Pada 19 November, Ronaldinho mencetak dua gol saat Barcelona mengalahkan Real Madrid 3-0 di jalan di leg pertama El Clásico. Setelah dia menyegel pertandingan dengan gol keduanya, para penggemar Madrid memberi penghormatan atas penampilannya dengan bertepuk tangan, begitu jarang penghargaan hanya Diego Maradona yang pernah diberikan sebelumnya sebagai pemain Barcelona di Stadion Santiago Bernabéu.  Ronaldinho menyatakan, "Saya tidak akan pernah melupakan ini karena sangat jarang bagi pesepakbola mana pun untuk diberi tepuk tangan dengan cara ini oleh para pendukung oposisi." 

Musim ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam karir Ronaldinho karena ia merupakan bagian instrumental dari gelar Liga Champions pertama Barcelona dalam 14 tahun. Setelah memenangkan grup mereka secara meyakinkan, Barcelona menghadapi Chelsea di babak 16 besar untuk pertandingan ulang tahun sebelumnya.  Ronaldinho mencetak gol penentu di leg kedua, melewati tiga bek Chelsea di tepi area penalti sebelum mengalahkan kiper, menyegel kualifikasi Barcelona ke babak berikutnya.  Dia juga menyumbangkan satu gol dalam penghapusan Barcelona Benfica di perempat final dengan kemenangan kandang 2-0. Setelah menang agregat semifinal 1-0 atas Milan, di mana Ronaldinho membantu satu-satunya gol seri oleh Ludovic Giuly, Barcelona maju ke final Liga Champions, yang mereka menangkan pada 17 Mei 2006 dengan kekalahan 2-1 dari Arsenal. Dua minggu sebelumnya, Barcelona telah merebut gelar La Liga kedua beruntun mereka dengan kemenangan 1-0 atas Celta de Vigo, memberikan Ronaldinho karir pertamanya dua kali lipat. 

Ronaldinho menyelesaikan musim dengan 26 gol terbaik, termasuk tujuh di Liga Champions, dan terpilih untuk Tim UEFA Tahun ini untuk ketiga kalinya berturut-turut dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik UEFA Klub Tahun 2005–06. Dia disebut dalam daftar enam orang untuk 2006 Laureus World Sportsman of the Year, dan terpilih di Dunia FIFA XI. 

Musim 2006–07
Pada tanggal 25 November 2006, Ronaldinho mencetak gol liga karirnya yang ke-50 melawan Villarreal, kemudian mencetak gol kedua dengan tendangan sepeda di atas kepalanya setelah menjentikkan bola dengan dadanya dan berputar 180 derajat untuk diselesaikan - fans Barcelona melambaikan saputangan putih dengan kekaguman terhadap gol . Pasca pertandingan dia mengatakan kepada wartawan bahwa yang terakhir adalah gol yang dia impikan untuk mencetak gol sejak dia masih kecil.  Dia mencetak satu gol dan membentuk dua lainnya dalam kemenangan 4-0 Piala Dunia Klub Barcelona atas klub Meksiko América pada 14 Desember di Yokohama, Jepang, tetapi Barcelona dikalahkan 1-0 oleh klub Brasil Internacional di final. Ronaldinho adalah penerima Perunggu Ball Award untuk kompetisi. 

Keesokan harinya, Ronaldinho menempati posisi ketiga dalam Pemain Terbaik Dunia FIFA tahun 2006, di belakang kapten yang memenangkan Piala Dunia 2006 Fabio Cannavaro dan Zinedine Zidane.  Ronaldinho terpaksa melewatkan pertandingan amal pada 13 Maret karena cedera yang ia dapatkan beberapa hari sebelumnya dalam pertandingan Barcelona 3–3 El Clásico dengan Real Madrid.  Meskipun Ronaldinho mencetak 21 gol liga terbaik dalam karirnya, tim tersebut kehilangan gelar ke Real dengan rekor head-to-head yang lebih buruk, karena kedua tim menyelesaikan musim dengan jumlah poin yang sama. 

Musim 2007-08
Ronaldinho memainkan pertandingan karirnya yang ke-200 untuk Barcelona dalam pertandingan liga melawan Osasuna pada 3 Februari 2008. Kampanye 2007-08nya secara keseluruhan, bagaimanapun, diganggu oleh cedera, dan cedera otot di kaki kanannya pada 3 April sebelum waktunya berakhir musimnya .  Setelah menjadi model profesional dan mengabdikan dirinya untuk pelatihan selama tiga musim pertamanya yang sangat sukses di Barcelona, ​​gaya hidup Ronaldinho yang berpesta dan kurangnya dedikasi untuk pelatihan melihat kondisi fisiknya menurun, dengan banyak di klub percaya bahwa dia sekarang sudah melewati masa jayanya.  Pada 19 Mei 2008, presiden klub Barcelona Joan Laporta menyatakan bahwa Ronaldinho membutuhkan "tantangan baru", mengklaim bahwa ia membutuhkan klub baru jika ia ingin menghidupkan kembali karirnya. 

Ronaldinho dan rekan setim Barcelona, ​​Lionel Messi, masing-masing menjadi kapten tim bintang internasional dalam pertandingan pameran anti-rasisme di Venezuela pada 28 Juni, yang berakhir dengan hasil imbang 7–7. Ronaldinho selesai dengan sepasang gol dan dua assist dalam apa yang akan menjadi pertandingan terakhirnya sebagai pemain Barcelona.  Dalam persiapan untuk Piala Joan Gamper 2010, Ronaldinho mengirim surat terbuka kepada para penggemar dan pemain Barcelona, ​​menyatakan bahwa tahun-tahun terbaiknya adalah lima yang ia habiskan di klub Catalan.  Itu adalah saat yang menyedihkan baginya dan dia kemudian mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia menyesal pergi tanpa bermain cukup lama dengan Messi. 

AC Milan
Pada bulan Juli 2008, Ronaldinho menolak tawaran £ 25,5 juta dari Manchester City di Premier League untuk bergabung dengan klub raksasa Serie A Italia AC Milan dengan kontrak tiga tahun yang diperkirakan bernilai sekitar 5,1 juta poundsterling (€ 6,5 juta) per tahun, untuk € 22,05 juta ditambah € 1,05 juta bonus setiap musim (€ 24,15 juta pada tahun 2010).  Dengan nomor 10 yang sudah ditempati rekan setimnya, Clarence Seedorf, ia memilih 80 sebagai nomor punggungnya. 

Ronaldinho mencetak gol pertamanya untuk Milan dalam kemenangan derby 1-0 atas Internazionale yang bertanding pada 28 September 2008. Penampilan pertamanya dalam kemenangan 3-0 atas Sampdoria pada 19 Oktober 2008. Ia mencetak gol kemenangan pada menit ke-93 melawan Braga di babak grup UEFA Cup pada 6 November. 

Ronaldinho menyelesaikan musim 2008-09 di Milan dengan 10 gol dari 32 penampilan di semua kompetisi. Setelah awal yang baik untuk musim ini, Ronaldinho berjuang dengan kebugaran, dan sering dimainkan dari bangku cadangan untuk mengakhiri musim pertama yang mengecewakan bagi Milan.  Kurangnya dedikasi dalam pelatihan dan gaya hidup larut malam berpesta tidak sesuai dengan seorang atlet melihatnya menerima kritik, dengan Carlo Ancelotti, pelatihnya di Milan di musim pertamanya di Italia, berkomentar, "Penurunan Ronaldinho tidak mengejutkan Saya. Kondisi fisiknya selalu sangat genting. Bakatnya meskipun tidak pernah dipertanyakan. 

Musim 2009–10
Musim kedua Ronaldinho tidak dimulai dengan catatan tinggi, tetapi ia segera menemukan kembali penampilannya dan bisa dibilang pemain terbaik Milan musim ini. Pelatih yang baru ditunjuk Leonardo mengubah perannya dari gelandang menyerang pusat ke sisi kiri lini tengah, dengan Alexandre Pato di kanan, dalam formasi 4-3-3 yang ofensif. 

Pada 10 Januari 2010, Ronaldinho mencetak dua gol melawan Juventus dalam pertandingan tandang, menyegel kemenangan 3-0 untuk Rossoneri. Dalam pertandingan berikutnya, melawan Siena pada 17 Januari, Ronaldinho mencetak hat-trick pertamanya untuk Milan ketika dia mengubah tendangan penalti, mencetak gol dengan sundulan dari sudut dan selesai dengan tendangan ke pojok kanan atas dari jarak 20 yard.  Surat kabar Estado De São Paulo menyatakan, “Ronaldinho menghidupkan kembali tahun emasnya.”  Pada 16 Februari, Ronaldinho bermain melawan Manchester United di Liga Champions. Dia mencetak gol di awal pertandingan di San Siro untuk memberi Milan keunggulan. Milan akhirnya kalah 3-2, dengan satu gol dari Paul Scholes dan dua gol dari Wayne Rooney. 

Ronaldinho menyelesaikan musim sebagai pemimpin assist Serie A. Namun, pada catatan yang kurang positif, ia kehilangan tiga penalti di musim domestik untuk menambah satu tendangan yang gagal di musim sebelumnya. Ronaldinho mengakhiri kampanye Serie A mencetak dua gol melawan Juventus; Luca Antonini membuka skor dan Milan melanjutkan untuk memenangkan 3-0 di pertandingan terakhir Leonardo yang bertanggung jawab. 

Kehidupan Pribadi
Ronaldinho dilahirkan di kota Porto Alegre, ibukota negara bagian Rio Grande do Sul. Ibunya, Dona Miguelina Eloi Assis dos Santos ( putri Enviro Assis ), adalah mantan pedagang yang belajar untuk menjadi seorang perawat. Ayahnya , João de Assis Moreira adalah seorang pekerja di galangan kapal dan pemain sepak bola untuk klub lokal Cruzeiro Esporte Clube ( tidak berhubungan dengan klub lainnya, Cruzeiro ). Ia menderita serangan jantung fatal di kolam renang keluarga ketika Ronaldinho berusia delapan tahun. Setelah kakak Ronaldinho Roberto menandatangani kontrak dengan Grêmio, keluarganya pindah ke sebuah rumah di bagian Guarujá yang lebih layak dari sebelumnya di Porto Alegre, merupakan hadiah dari Grêmio untuk meyakinkan Roberto untuk tetap di klub . Karier Roberto akhirnya berakhir lebih cepat karena cedera .

Keterampilan sepak bola Ronaldinho mulai berkembang pada usia 8 tahun, dan ia pertama diberi julukan Ronaldinho karena ia pemain termuda dan pemain terkecil di pertandingan klub remaja. Ia mengembangkan minat di futsal dan sepak bola pantai, yang kemudian diperluas untuk permainan sepak bola besar yang terorganisir. Sentuhan pertamanya dengan media saat usia tiga belas tahun, ketika ia mencetak 23 gol dalam semua kemenangan 23-0 melawan tim lokal. Ronaldinho diidentifikasi sebagai rising star di Kejuaraan Dunia 1997 U-17 di Mesir, di mana ia mencetak dua gol pada adu penalti.

Sekarang, Roberto bertindak sebagai manajer Ronaldinho, sedangkan adiknya Deisi bekerja sebagai koordinator persnya . Ronaldinho menjadi seorang ayah untuk pertama kalinya pada 25 Februari 2005, setelah penari Brasil Janaína Mendes melahirkan putra mereka, yang bernama João seperti almarhum ayah Ronaldinho.

Iklan Nike 2005 Ronaldinho, di mana ia diberi sepasang sepatu kemudian mulai juggling bola dan menendang voli membentur mistar gawang dan berulang tanpa bola menyentuh tanah, itu beredar di YouTube menjadi video pertama dalam situs tersebut yang mencapai satu juta views.

Ronaldinho bergabung dengan PBB untuk edukasi masyarakat tentang AIDS pada tahun 2011. Dan pada Juni 2013, ia meluncurkan line sendiri untuk kondom bernama Sex Free.

Pada Agustus 2013 , Ronaldinho mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan majalah Playboy Brasil bahwa ia sering melakukan seks sebelum pertandingan dengan Barcelona dalam rangka untuk meningkatkan permainannya.

Gaya bermain
Ronaldinho dianggap sebagai salah satu pemain yang paling mahir dari generasinya. ESPN menggambarkan dia sebagai "mahir dari alam"(bakat alami), trik yang tak tertandingi dan memainkan bola dengan indah di kakinya. Salah satu pemain paling mengagumkan pada situasi tekanan dan cepat, kurang ajar, terampil, rumit dan seorang playmaker tak terbatas yang menyediakan campuran gol, assist, keterampilan dalam bergerak menipu. " Mantan gelandang Portugal, Rui Costa, mengatakan: "... tidak banyak pemain yang bisa mencetak gol dan passing seperti dia. Dia sungguh menakjubkan. Dia adalah pemain yang langka karena assist yang dapat memberikan bola dari arah mana saja" ia juga salah satu pemain yang telah menyempurnakan gerak "Elastico". He is also one of the players who has perfected the "Elastico" move.

Prestasi

Grêmio
Copa Sul : 1999
Rio Grande do Sul State Championship: 1999

Paris Saint-Germain
Piala Intertoto UEFA : 2001

Barcelona
La Liga Spanyol : 2005, 2006
Liga Champions UEFA : 2006
Piala Super Spanyol : 2006

AC Milan
Serie A : 2010–11

Flamengo
Taça Guanabara: 2011
Taça Rio: 2011
Campeonato Carioca: 2011

Atlético Mineiro
Campeonato Mineiro (1): 2013
Copa Libertadores (1): 2013
Recopa Sudamericana (1): 2014

Internasional
Copa América : 1999
Piala Dunia FIFA : 2002
Piala Konfederasi FIFA : 2005
Superclásico de las Américas: 2011

Individual
Bola Emas Piala Konfederasi FIFA: 1999
Sepatu Emas Piala Konfederasi FIFA:: 1999
Top Skor Rio Grande do Sul State Championship: 1999
FIFA World Cup All-Star Team: 2002
FIFA 100
Balón d'Or Award: 2003–04, 2005–06
EFE Trophy: 2004
Pemain Terbaik Dunia FIFA: 2004, 2005
Penyerang Terbaik Klub UEFA: 2004–05
Pemain Terbaik Eropa: 2005
Pemain Terbaik Dunia FIFPro: 2005, 2006
Pemain Terbaik Klub UEFA: 2005–06
Tim Terbaik UEFA: 2003–04, 2004–05, 2005–06
FIFPro World XI: 2004–05, 2005–06, 2006–07
Golden Foot: 2009

sumber : wikipedia, google